Tampilkan postingan dengan label Kolom Hobby dan Kegemaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kolom Hobby dan Kegemaran. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Januari 2016

Cara Menanam dan Merawat Tanaman Bunga Morning Glory Bagi Pemula

Spesies Morning Glory : Heavenly Blue 

Tulisan ini saya muat segera setelah saya terpukau dengan keindahan dan berbagai keunggulan yang ditawarkan oleh tanaman bunga Morning Glory.

Jika anda adalah pemula dalam berkebun, pria atau wanita yang tidak punya banyak investasi waktu bagi tanaman, tinggal di dataran rendah yang bersuhu panas tetapi ingin memiliki tanaman yang rajin berbunga dengan warna yang indah bagai menyala, maka tulisan ini tepat untuk anda simak.

Saya adalah pria yang sebenarnya hampir putus asa untuk memilih salah satu jenis tanaman bunga untuk memperindah penampilan rumah saya. Tempat tinggal saya panas dan garasi saya tidak memiliki lahan tanah karena seluruhnya tertutup oleh keramik untuk tempat parkir motor dan mobil. Satu- satunya area yang bisa saya gunakan untuk menanam tumbuhan ialah dinding saya,  itu sebabnya saya memutuskan menjatuhkan pilihan pada tanaman merambat agar kelak tanaman ini bisa menjangkau seluruh rangka besi bagian atas dari depan rumah saya dan tampil apik.

Pilihan saya jatuh pada Morning Glory jenis Heavenly Blue ( Ipomoea Nil ). Saya mendapatkan satu bibitnya langsung dari pembelian online dari kebun petani di Malang dengan harga Rp. 75.000, bebas ongkos kirim ke Jakarta, tanaman yang dikirimkan telah berupa batang dengan panjang kurang lebih 60 cm lengkap dengan akar, daun dan calon bunga. Satunya lagi, juga jenis Heavenly Blue saya dapatkan dengan harga yang sama dari penjual tanaman ditepi jalan Senayan, depan Gelora Bung Karno dengan harga yang sama. Kelak saya mengandalkan dua pot dari tanaman Morning Glory ini untuk menutup seluruh rangka besi depan rumah saya.

Pilihan saya tepat sebab dari hasil pengumpulan informasi saya, Morning Glory memenuhi seluruh aspek yang sesuai dengan kebutuhan serta gaya saya dalam memelihara tanaman. Saya membutuhkan tanaman yang rajin berbunga, bunganya harus berwarna terang menyala dan mempunyai mahkota besar, tanaman kuat serta tahan lama, merambat memenuhi rangka yang saya sediakan, berdaun lebat agar mampu menghasilkan oksigen, serta mampu beradaptasi pada suhu cuaca perkotaan yang panas ( dataran rendah ). Tambahan pula, bunga ini relatif tidak perlu rajin disiram, dengan kuantitas air yang jangan sampai terlalu banyak, cukup basah saja, karena akan menyebabkan akar akan kebanjiran air dan akhirnya membusuk lalu mati. Menyiram tanaman ini hanya membutuhkan waktu sebanyak 1 kali sehari ( waktu ideal adalah pagi hari ), dan mampu mentoleransi hingga 3 hari sekali untuk penyiraman, apabila anda memeliharanya dalam wadah pot di cuaca panas seperti saya. Namun jika anda menanamnya langsung pada tanah, tinggal ditempat yang tidak terlalu panas iklimnya, tanaman ini bahkan bisa mentoleransi kekeringan hingga 7-9 hari lamanya tanpa penyiraman.

Morning Glory Bicolor, 2 warna pada satu tanaman


Informasi Aktual Tentang Tanaman Rambat Morning Glory

1. Tanaman Morning Glory adalah jenis tanaman yang memiliki variasi campuran warna dan pola lebih dari 1.000 jenis diseluruh dunia dan merupakan tanaman dalam famili Convolvulaceae.

Variasi pola pada bunga Morning Glory dapat mencapai ribuan

2. Perbedaan pola warna dan jenis Morning Glory dapat dibedakan langsung dengan melihat pola pada daunnya. Jenis Heavenly Blue atau Ipomoea Nil, memiliki daun dengan bentuk menyerupai Love. Beberapa daun lainnya akan menyerupai daun pada tanaman kangkung, bergelombang, sangat lebar, sangat kecil dan lain sebagainya. Salah satu ciri kesamaannya adalah merupakan tanaman jenis merambat dengan batang yang berbulu.

Daun berbentuk hati 

3. Tanaman ini dinamakan Morning Glory karena kelopak bunga hanya mekar pada pagi hari, lalu pada siang hari yang panas bunga akan kembali menutup dan sore hari kembali mekar dan akhirnya mati lalu digantikan oleh bunga yang baru. Pagi dan sore hari adalah saat yang tepat untuk melakukan proses penyerbukan karena dibantu oleh serangga merayap kecil, lebah, kupu- kupu, burung kecil dan angin. Ini adalah proses adaptatif yang telah dikembangkan Morning Glory hingga ratusan tahun, jenis lainnya hanya mau mekar pada malam hari ketika mendapat terang bulan saja dan meskipun berasal dari genus famili yang sama, tanaman ini biasanya lebih dikenal dengan nama Moon Flower.

           Mekar sempurna pada pagi dan sore hari
           Mengkerut dan menutup pada siang hari

4. Morning Glory pertama diteliti oleh praktisi obat herbal dan tradisional dari China, biji dari bunga merupakan tanaman obat yang dapat digunakan oleh manusia ( Laxative ), namun bunga ini dipopulerkan oleh bangsa Jepang pada abad ke- 9 ( Edo Period ), sebagai tanaman yang bisa dibentuk pada kastil, pagar dan kebutuhan festival lain di Jepang sesuai musimnya. Pada era modern, ilmuwan menemukan fakta bahwa bagian pada daun, bunga, serta biji memiliki manfaat bagi pengobatan herbal bagi manusia serta mampu memberikan efek halusinogen.

5. Morning Glory hidup dengan baik dan mampu mengembangkan pola warna secara alamiah dari hasil penyerbukan alami dan telah menginvasi seluruh gugusan benua disepanjang khatulistiwa yang terkenal dengan iklim panas topisnya.

6. Pada musim dingin dibelahan benua lain, Morning Glory hanya mulai tumbuh pada musim semi dan mencapai puncak pemekaran bunga secara masal pada saat musim panas, dan akan kembali gugur serta mati serentak pada saat menjelang musim dingin. Hobiist biasanya mengakali proses natural hidup dan mati tanaman ini dengan mengumpulkan biji yang dihasilkan bunga yang telah layu dan kering dan menyimpannya dengan baik pada wadah kering hingga es pada tanah mencair seluruhnya lalu kembali menaburkan biji yang mereka kumpulkan diatas tanah dan menunggu invasi tanaman rambat ini kembali tumbuh subur dan memenuhi halaman mereka.

7. Morning Glory akan terus tumbuh memanjangkan batang dan memproduksi daun untuk melakukan fotosintesis sampai ia menemukan pondasi untuk merayap naik dan mencapai cahaya matahari yang maksimal. Pada tahap ini tumbuhan akan mulai melambatkan pertumbuhan pada pemanjangan batang dan pelebaran daun serta akan mulai fokus untuk menyimpan cadangan makanan dalam bentuk bunga. Itulah sebabnya disarankan untuk memberikan pondasi bagi tanaman ini agar mampu merayap naik dan rajin berbunga.
Mereka akan selalu mencari cara merambat naik



8. Bulu- bulu halus pada batang dan daun Morning Glory adalah sensor alami untuk mengetahui kemana mereka harus menjalar agar mencapai area yang terekspos cahaya matahari maksimal.

9 Rona warna pada bunga Morning Glory dapat berubah sesuai dengan kelembapan udara, suhu dan intensitas cahaya Pada pagi hari bunga akan berwarna cenderung lebih muda, dan pada sore hari bunga akan berwarna cenderung lebih gelap


Tips & Trik Merawat Tanaman Morning Glory :

1. Tanamlah benih atau bibit Morning Glory pada media tanam dengan ukuran diameter pot minimal 30 cm dan dengan kedalaman pot minimal 15 cm. Pot yang lebih kecil dapat digunakan namun pertumbuhan tanaman akan tidak maksimal karena akar tidak mendapat ruang yang cukup untuk tumbuh kembang.

2. Untuk pemupukan awal, gunakanlah pupuk NPK dengan komposisi 16- 16- 16 dengan komposisi Natrium 16 ( N ) Phospat  16 ( P ) dan Kalium 16 ( K ). Pupuk ditebar pada media tanam sebulan sekali lalu disiram biasa agar butiran pupuk mencair dan mampu diserap oleh akar. Saya menggunakan merek Yara Mila dan terbukti hanya dalam satu bulan tanaman saya mampu mencapai panjang lebih dari satu meter. Dosis penggunaan untuk satu pot berdiameter 30 cm adalah satu sendok teh atau bisa juga mengikuti petunjuk pada kemasan.

Pupuk untuk pertumbuhan tanaman



3. Untuk pemupukan tahap lanjut, gunakanlah pupuk NPK dengan komposisi 10- 55- 10 Natrium 10 ( N ) Phospat 55 ( P ) Kalium 10 ( K ), ikuti petunjuk cara penggunaan yang tertera pada informasi pada kemasan pupuk. Pada tahap ini saya mengikuti anjuran botanis yang sering saya tonton di Youtube, saya melarutkan 1-2 sendok teh pupuk kedalam botol bekas minuman soda ukuran 1 Liter, sebagian saya siram langsung kedalam pot tanaman saya saat pagi hari, sisanya saya pindahkan kebotol semprotan dan saya semprot langsung pada daun ( Bagian stomata atau mulut daun terdapat di bagian atas dan bawah daun ) pada pagi- siang hari diantara pukul 9 pagi - 10 pagi saat daun terekspos cahaya matahari dan memulai proses fotosintesis. Saya merekomendasikan pupuk NPK merek Grow More khusus untuk bunga setiap 10-14 hari ( atau sesuai petunjuk kemasan ) dan terbukti tanaman saya tidak pernah berheni berbunga setiap hari dan dalam jumlah banyak sekaligus.

Pupuk khusus untuk bunga dan buah



4. Pastikan anda menanam tumbuhan Morning Glory pada area rumah anda yang terekspos langsung cahaya matahari agar tumbuh optimal. Makin panas makin baik, ini adalah kondisi yang tepat bagi tumbuhan Morning Glory dialam aslinya.

5. Tanam tumbuhan didekat pagar agar mampu merambat naik atau bisa juga anda gunakan rangka bambu buatan dan tali plastik pada pot langsung agar tumbuhan mempunyai jalur merambat untuk naik. Toko modern seperti Ace Hardware dan beberapa online shop menyediakan rangka buatan ini dengan harga yang cukup ekonomis.
         Rangka untuk memberi bentuk pada tanaman





Dokumentasi Pengamatan Specimen 
Milik Pribadi
3 Januari 2016

Observasi specimen 3 Januari 2016 :

1. Panjang batang penopang calon bunga : 8,5 cm
2. Panjang calon kelopak bunga : 3,5 cm
3. Jumlah calon bunga pada satu tangkai : 6 bunga
--------------------------------------------------------------------------------------------

4 Januari 2016

Observasi specimen 4 Januari 2016 :

1. Panjang batang penopang calon bunga : 9 cm
2. Panjang calon kelopak bunga : 7,5 cm
3. Jumlah calon bunga pada satu tangkai : 6 bunga
--------------------------------------------------------------------------------------------


Observasi specimen 5 Januari 2016 :

1. Panjang batang penopang calon bunga :  cm
2. Panjang calon kelopak bunga :  cm
3. Jumlah calon bunga pada satu tangkai :  bunga
--------------------------------------------------------------------------------------------


Observasi specimen 6 Januari 2016 :

1. Panjang batang penopang calon bunga :  cm
2. Panjang calon kelopak bunga :  cm
3. Jumlah calon bunga pada satu tangkai :  bunga

Senin, 16 Juli 2012

Taman Nasional Bantimurung, Makassar



Menjelang akhir Juni 2012 kemarin, saya ( kami ) menyempatkan diri untuk berwisata ke Taman Nasional Bantimurung, yang merupakan pusat Taman Nasional ( buat Dean : pengawetan ) kupu- kupu terbesar di Sulawesi. Letaknya dekat dengan ibukota Makassar. Membutuhkan hampir 2 jam perjalanan darat dari Makassar. Kala itu, kami menggunakan mobil pribadi milik teman.

Saya hampir memekik ketika melihat logo kupu- kupu raksasa buatan yang terletak dipintu masuk Taman Nasional ini. Sekonyong- konyong saya ijin turun dari mobil untuk mengambil foto. Euforia perjalanan ke pulau Wakatobi telah menguras tenaga dan fokus saya untuk berburu kupu- kupu awetan yang sudah saya jadwalkan sejak dari Jakarta. Sampai ditempat parkir mobil dan bus yang cukup lapang tersebut, saya sudah siap bergerilya sendirian melihat dan menawar berbagai macam kupu- kupu awetan yang dimasukkan kedalam bingkai yang apik.

Salah satu impian saya, akhirnya tercapai juga


Hobby ini bermula dari keinginan para murid cilik saya beberapa tahun silam untuk bisa melihat dan menyentuh sendiri kupu- kupu dan serangga awetan lainnya dalam pelajaran science biology. Saya akhirnya hunting sendiri ke Taman Mini Indonesia Indah. Dari niatnya untuk mempelajari saja, berubah menjadi hobby mengkoleksi, dan kian lama, hobby berburu kupu- kupu cantik ini berubah menjadi obsesi. Species yang saya inginkan untuk miliki kian lama kian beragam, mulai dari yang umum sampai ke yang langka. Teman dan kolega saya kerahkan untuk mengumpulkan kupu- kupu dari berbagai mancanegara dan pulau di Indonesia.
Saya yakin, mata saya berkilat- kilat ketika menawar harga dengan para penjual disana. Saya berusaha mengompres harga semurah mungkin dan meyakinkan mereka bahwa saya akan beli lebih dari 3-4 ekor jika memperoleh harga yang klik dihati saya.

Harga perlahan- lahan mulai menurun, dari yang awalnya Rp. 45.000 seekor dalam bingkai, turun menjadi Rp. 35.000 seekor dan turun lagi menjadi Rp. 25.000 seekor. Saya senang bukan main, di Jakarta, harga perekor kupu- kupu tanpa bingkai saja sudah m encapai Rp. 50.000 seekor dan hanya bisa didapatkan didua tempat ( setahu Dean ), yaitu Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur atau Kebun Raya Bogor. Selain kedua tempat tersebut, jarang sekali saya menjumpai galeri penjualan serupa selain di jejaring online Kaskus.us yang harganya lebih mahal lagi. Yang langka? Harga yang saya sebutkan bisa membuat anda geleng- geleng kepala!

Dari informasi yang saya kumpulkan, ada 2 jenis pengawetan serangga kupu- kupu. Dan ini jelas berdampak terhadap kualitas awetan dan imbasnya ke harga jual.


     Pengawetan dengan suntik & semprot formalin
Kupu- kupu yang sudah mati, sayapnya dibuka terlentang dan ditahan dengan tusukan jarum diatas sterofoam, bagian perutnya lantas disuntik formalin dan sayapnya disemprot formalin juga.

KELEBIHAN : Proses ini amat sangat cepat selesai, dalam beberapa jam saja, puluhan hingga ratusan kupu- kupu siap dimasukkan kedalam bingkai dan dijual dipasaran. Harganya juga lebih murah dibandingkan proses pengawetan lainnya.

KEKURANGAN : Kupu- kupu yang diawetkan dengan cara seperti ini akan lebih cepat rusak seiring berjalannya waktu, apalagi jika disimpan ditempat yang lembab dan bingkai berhasil diterobos semut atau serangga lainnya.

Pengawetan dengan semprotan formalin & jemur matahari
Kupu- kupu yang sudah mati, sayapnya dibuka terlentang, lalu dilapisi dengan kertas minyak dibagian atasnya, lalu ditahan dengan tusukan jarum diatas sterofoam, bagian perutnya tidak disuntik formalin melainkan dikeluarkan isinya supaya tidak membusuk dikemudian hari. Setelah proses operasi kecil ini selesai, lantas kupu- kupu ini disemprot dengan formalin lalu dijemur di bawah terik matahari antara 3 jam - 7 jam tergantung lebar dan ketebalan masing- masing species kupu- kupu, sebab berbeda- beda.

Pengawetan dengan bedah perut, semprot formalin, lalu jemur matahari


KELEBIHAN : Kupu- kupu awetan jenis ini jelas akan bertahan lebih lama. Pastikan saja proses pengeringan berjalan sempurna selama dijemur dengan matahari, dan pembuagan isi perut bersih tuntas, maka jenis awetan ini akan bertahan sangat lama sekali.

KEKURANGAN : Proses pengerjaannya memakan waktu yang relatif lama dibandingkan jenis pengawetan yang satu lagi. Para penjual emperan jelas saja lebih memilih cara yang cepat dan praktis dalam upaya penjualan awetan mereka. Harga jenis awetan ini juga akan dijual dengan lebih mahal karena prosesnya yang cukup rumit dan memakan waktu lebih lama.


Saya lantas memilih jenis pengawetan yang kedua.  Tidak masalah saya membayar lebih mahal, asalkan koleksi saya bisa bertahan lama. Semerta- merta saya diajak oleh sang ibu penjual menemui suaminya. Suaminya  adalah seorang mantan guru SD setempat yang beralih profesi menjadi penjual pengawetan serangga. Namanya adalah Pak Rafiq. Dia berhasil membesarkan seorang putranya menjadi seorang polisi dari jerih payah mereka berdua menjual koleksi awetan kupu- kupu. Pangsa pasar mereka kian meluas ketika dia pernah mendapatkan tawaran mengerjakan awetan kupu- kupu didalam bingkai yang seluas 10 meter x 10 meter di Kebun Raya Bogor, ketika masa Presiden B.J. Habiebie dilantik disana. Dalam pemasarannya, pasangan suami istri ini dibantu putra mereka yang sudah berhasil menjadi polisi dengan menawarkan koleksi orangtuanya kepada para Jenderal polisi dan kolega mereka diberbagai provinsi yang pernah ia singgahi. Dan itu meliputi wilayah Jakarta, Bogor, Bali dan Lombok. Mereka setiap bulan selalu mensupplai awetan mereka ke gerai- gerai yang mulai meluas dipasar- pasar tradisional penjual cinderamata.

Berikut  foto yang berhasil saya himpun selama kunjungan singkat saya seorang disana, sedangkan kawan- kawan lain sudah masuk duluan kedalam Taman Nasional menikmati keindahan alam yang saya tidak tahu apa dan meninggalkan saya sendirian yang sibuk shopping hunting dengan gegap gempita dan hati gembira.

Pak Rafiq
Buka awetan dengan hati- hati agar sayap tidak rusak

Bagian perut dilem dengan sterofoam yang sudah digunting berbentuk kotak persegi

Sterofoam dibubuhi tepung pengusir serangga, agar awetan bebas dari rayap

Saya suka bapak ini, rendah hati dan humoris!

Kupu- Kupu pilihan saya dimasukkan dengan cara dilem dengan hati- hati

Pengukuran terakhir agar semua tampak proposional sebelum di sealed

Cuman saya yang membeli 5 ekor kupu- kupu, tetapi diberi gratis bingkai! 
Cihuy!

Sepasang kupu- kupu biru metalik kecil yang ada dalam bingkai paling atas adalah jenis Hercules Butterfly. Dia adalah icon Sulawesi Tenggara, namun bukan icon Bantimurung. Hidupnya hanya terdapat di hutan Sulawesi dan hutan Kalimantan, selain kedua tempat tersebut tak dapat lagi dijumpai species ini dipulau lain. Harga mulanya untuk awetan ini adalah Rp. 25.000 untuk satu ekor dan harga terakhir yang saya dapatkan adalah Rp. 15.000/ ekor. Di Jakarta? Enggak ada!

Kupu- kupu hijau diurutan kedua adalah jenis Birdwing, bernama species Rajah Brooke's Birdwing (Trogonoptera brookiana albescens). Ini species incaran saya sejak tahun 2007 lalu. Harga terakhir yang saya dapat di Kebun Raya Bogor adalah Rp. 250.000/ ekor yang batal saya beli, karena dikatai gila oleh ibunda saya. Di Bantimurung, hanya seharga Rp. 40.000/seekor dan berhasil saya dapat dengan harga final Rp. 20.000/ ekor. Gila kan? Niatnya beli sepasang, jantan dan betina, namun betinanya belum selesai melewati proses pengeringan.

Kupu- Kupu biru diurutan ketiga dan keempat adalah jenis Swallowtail, bernama species (Papillo Ulyses). Yang cerah dan terang adalah pejantannya, sedangkan yang diurutan keempat adalah species yang sama, namun betinanya. Inilah Icon asli kupu- kupu Bantimurung. Harganya sepasang adalah Rp. 30.000. Kalau di Jakarta? Rp. 200.000 di Kebun Raya Bogor dan di Taman Mini Indonesia Indah, itupun kalau stok masih ada ya! Puas! Puas!!!!


Niatnya beli, eh, malah dapat bingkai gretongan untuk awetan kupu- kupu saya.
Trims Pak Rafiq!

Kupu- Kupu lain yang berhasil saya dapatkan adalah termasuk jenis langka dan sudah sangat jarang sekali di Indonesia, hidupnya disekitar Sulawesi dan Papua. Pernah dapat tawaran lewat kaskus, dan harganya mencapai Rp. 700.000 seekor, tanpa bingkai dan saya kalah dalam pelelangan online tersebut. Namun di Bantimurung, berhasil saya dapatkan melalui penjual lain ( bukan Pak Rafiq ) seharga Rp. 175.000/ ekor dari penawaran semula seharga Rp. 350.000. Hadiah buat apartemen kakak perempuan sepupu saya yang juga maniak kupu- kypu, gara- gara ketepa saya. Dan belinya main petak umpet, mungkin penjual takut ketahuan sama agen resmi diarea Bantimurung. Saya dong jadi kejaran para penjual kupu- kupu. Belinya ketara nafsu. Whatever, i got it! Dan saya menjatuhkan kepercayaan saya kepada Pak Rafiq dan istrinya yang ramah. 

Beautiful rare Papuas Butterfly!

Ini alamat keluarga Pak Rafiq, pastikan diri mampir ya, 
trust me, mereka tipe penjual jujur dan tidak serakah






Selasa, 24 April 2012

DEAN BLACK AND WHITE SKETCHING

" The Two Creating Hands "
using watersolube pencils and charcoal pencil on white sketch paper




" White House in a Lake "
using watersolube pencils and charcoal pencil on white sketch paper



" Flying Hummingbird "
using watersolube pencils and charcoal pencil on white sketch paper




" Breathing "
using charcoal pencil on white sketch paper




" Spirits "
using raw charcoal pencil and compressed charcoal block on white sketch paper




" Sleeping Peacefully "
using watersolube pencils and charcoal pencil on white sketch paper





" The Black Swan "
using watersolube pencils and compressed charcoal on white sketch paper




" Morning Bird "
using watersolube pencils and charcoal pencil on white sketch paper




" Peacock "
using watersolube pencils and charcoal pencil on white sketch paper

Rabu, 03 Agustus 2011

Memelihara ikan Discus dalam Aquascaping air tawar




Dimensi 100 cm x 50 cm x 50 cm
( Dokumentasi akuarium pribadi Dean Lugisto )
1 Agustus 2011


Tulisan ini saya dedikasikan kepada mereka yang baru saja ingin memelihara ikan Discus tetapi bingung harus memulai dari mana agar ikan Discus mereka bisa bertahan hidup dan sehat dalam perkembangannya. 

Tulisan ini saya muat dari hasil mempelajari Blog mereka yang sudah memelihara ikan discus selama bertahun- tahun bahkan beberapa diantara mereka sukses membiakkanya.

Saya membeli 3 ekor ikan Discus diawal bulan Agustus 2011. Jenisnya ialah seekor Redmelon Discus yang dipasok langsung dari Medan - Sumatera Utara, dan sepasang Leopard Discus yang saya peroleh dengan harga relatif murah di Pasar Ikan Hias - Sumenep Jakarta Pusat. Redmelon berhasil saya dapatkan dengan harga Rp. 200.000/ekor dari harga awal yang dipatok Rp. 300.000/ekor dengan ukuran kurang lebih satu handphone Blacberry. Ikan ini saya pesan dari kaskus.com dan ternyata memiliki toko di daerah Grogol - Jakarta Barat dan dari paket yang mereka berikan memang benar tertera ikan ini dikirim dari Medan - Sumatera Utara ke Jakarta. Ikan yang dibiakkan dari daerah Batam, Medan dan Singapore menurut hobiis yang berpengalaman merupakan Discus yang terbaik dari segi fisik. Seekor ikan Discus dapat dinyatakan indah dan mahal harganya apabila badannya berbentuk bundar bulat persis seperti roda cakram. Jadi bentuk fisik hendaknya yang paling dahulu diperhatikan sebelum memilih motif batik dibadan ikan. ( Tentu saja dengan tidak mengabaikan selera masing- masing hobiis dan kesehatan si ikan )

Sedangkan sepasang Leopard Discus saya dapatkan dengan harga cukup murah, sekitar Rp. 100.000/ekor dengan ukuran sama dengan kotak rokok. Ikan ini saya peroleh dari Pasar Ikan Hias Sumenep - Jakarta Pusat. Bentuk ikannya tidak bundar sekali seperti roda cakram yang diidam- idamkan hobiis, tetapi agak berbentuk cenderung segitiga, namun sebagai pemula, supaya enggak shock kalau ikan mahal saya mati, saya memilih aman untuk mencoba dari yang paling sesuai budgetnya dikantong saya.


Sepasang Leopard Discus pilihan saya
( Foto berasal dari google.com )



Seekor Redmelon Discus pilihan saya
( Foto berasal dari google.com )



Memelihara ikan Discus dalam Aquascaping 

Google.com menginformasikan kepada saya, bahwa ikan Discus adalah jenis yang terentan terkena berbagai virus dan bakteri yang apabila sekali terjangkit, harus segera dikarantina serta diganti airnya 85% ( maksimal ). Jadi sesungguhnya saya agak nervous memelihara ikan Discus saya didalam Aquascape Tawar yang sudah sukses saya pelihara selama 2 tahun belakangan ini, sebab apabila jika iya benar ikan discus saya terinfeksi nanti suatu hari, akan repot jadinya bagi saya untuk membersihkan keseluruhan akuarium guna membersihkan bakteri dan virusnya. Tapi toh saya memberanikan diri untuk mencoba. Saya cukup rajin mengurus akuarium dan jarang lalai dalam perihal membersihkan serta mengganti air.

Saya mengganti air akuarium saya ( foto terpampang dibagian paling atas ) sebanyak 60% setiap seminggu sekali, saya memilih waktu siang hari, sebab suhu air tersebut adalah yang paling ideal bagi ikan Discus yang nyaman dengan suhu hangat ketika kita mengganti air.

Selain daripada dimaksudkan untuk membersihkan akuarium dari kotoran ikan yang mengendap, pergantian air secara rutin juga untuk memastikan tumbuhan yang hidup didalam akuarium mendapat pasokan Co2 yang dimanfaatkan tumbuhan untuk tumbuh dan memaksimalkan proses fotosintesis mereka. Saya tidak menggunakan tabung Co2 untuk memasok suplai kebutuhan tumbuhan saya, sehingga mengganti air secara rutin sebanyak 40% - 60% terbukti ampuh selama 2 tahun saya melakukan ini.

Selain itu saya juga rajin menambahkan pupuk cair yang berkualitas agar tumbuhan saya tetap tumbuh maksimal, tidak menguning, dan tidak mati sehingga harus repot menggantinya dengan yang baru meskipun harga tumbuhan air tawar relatif murah dan terjangkau. Saya menggunakan jenis tumbuhan Anubias yang terkenal kuat dan tidak mudah mati. Anubias tersebut saya ikat dengan benang disebuah bongkahan kayu bakau yang lazim digunakan hobiis untuk mendekor akuarium air tawar.


Anubias sebagai tumbuhan hias bersama Ikan Discus

Anubias menurut pendapat pribadi saya, merupakan tumbuhan air yang paling cocok untuk dipelihara dalam akuarium air tawar bersama dengan kelompok ikan Discus karena mudah dibersihkan dan diangkat dari permukaan air apabila jika suatu hari anda harus membersihkan keseluruhan akuarium dari virus dan bakteri yang kerap menyerang ikan Discus kesayangan anda. Ia juga akan tumbuh dengan baik dan subur didalam suhu air yang relatif hangat : 25 derajat celcius - 30 derajat celcius, syaratnya adalah rajinlah memberikan pupuk cair agar tanaman ini dapat tumbuh dan berkembang.

Jenis pupuk cair pilihan saya adalah Macro-Gro buatan negara Belanda. Pupuk jenis ini terbagi 2 : yang berwarna merah untuk digunakan setiap hari dan yang berwarna hijau untuk digunakan setiap kali anda mengganti air akuarium. Pupuk cair ini mudah ditemukan di toko- toko ikan hias lokal, harganya berkisar antara Rp. 30.000/botol - Rp. 60.000/botol tergantung dari kehebatan anda menawar, jumlah stok yang tersedia, serta jumlah mililiter setiap botol. Perhatikan tanda expired yang tertera. Jangan dibeli apabila segel rusak dan tidak mencantumkan tanggal expired. Kenakalan beberapa penjual pupuk cair ini bisa menyebabkan malapetaka bagi akuarium anda apabila anda tidak teliti. Jangan lupa bahwa pupuk cair ini mengandung bahan kimia sehingga berbahaya apabila rusak dan perhatikan cara pemakaian sesuai petunjuk yang tertera.


Pupuk cair Macro-Gro pilihan saya



Makanan dan trik mengganti makanan bagi ikan Discus

Lazimnya ikan Discus mengkonsumsi jentik nyamuk ( encuk ), kutu air atau cacing darah. Jika anda jijik dengan ketiga organisme diatas, maka anda bisa memilih yang sudah dibekukan atau menggantinya dengan pelet.

Ikan Discus membutuhkan protein dalam jumlah cukup tinggi agar dapat tumbuh maksimal dan menghasilkan warna yang kontras dan mengeluarkan motif batik ditubuhnya.

Umumnya ikan Discus yang kita beli di toko- toko, sudah terbiasa mengkonsumsi cacing beku atau jenis makanan beku lainnya. Mereka sudah terbiasa karena sang penjual pastinya ingin mengeluarkan warna  terbaik dari sang ikan agar mudah laku dan bisa dipatok dengan harga tinggi. Jadi ikan Discus sudah terbiasa dan tidak akan menolak jenis makanan beku apabila ikan yang anda beli sehat, dan tidak mengalami stress. Namun banyak kasus yang sering terjadi adalah makanan beku yang kita berikan ternyata tidak steril karena ketika sebelum dibekukan dan dijual, cacing- cacing ini berasal dari air yang kotor sehingga ikutan beku dalam paket makanan dan menjadi bakteri serta virus yang akan menyerang tubuh dan insang Discus begitu bakteri ini  berakumulasi dalam air akuarium anda serta melipat gandakan jumlah teman- teman bakteri dan virus menyebalkan ini.

Makanan beku berupa cacing darah yang saya jelaskan


Cacing darah beku jika dicairkan dalam air 



Anda bisa melakukan langkah preventif dengan rajin mengganti air sebanyak 60% setiap minggu untuk mencegah agar bakteri ini untuk sempat berkembang biak dalam akuarium, pastikanlah kotoran- kotoran dari ikan terangkat maksimal, gosok juga kaca anda dengan sponge agar bakteri yang menempel pada kaca hanyut dalam air dan masuk kedalam filter dan gunakanlah lampu penerang bercahaya Kelvin sebagai pengganti cahaya matahari untuk mematikan kuman, virus dan bakteri berbahaya lainnya.

Jadwal mengganti air dan metode diatas ini terbukti efektif dan sangat direstui oleh hobiis berpengalaman. Saya pribadi memilih melatih Discus saya agar cepat mau makan makanan yang berupa pelet sehingga saya tidak perlu ketakutan akan epidemik dari virus serta bakteri yang terkontaminasi dalam makanan beku. Banyak sekali pelet berkualitas dengan merek berbeda- beda dan variatif harganya untuk menunjang ikan yang sehat dan mampu menghasilkan warna maksimal pada tubuh sang ikan. Pilihan saya untuk bulan pertama ialah merek Tetrabits Complete buatan Jerman. Komposisi pelet ini paling ideal bagi Discus yang baru saja anda beli karena menu dalam sebutir pelet relatif seimbang bagi tumbuh kembang sang ikan dan mengandung Bioactive agar ikan mempunyai imun terhadap penyakit- penyakit berbahaya. Untuk mempercepat pertumbuhan atau untuk menghasilkan warna luar biasa pada tubuh ikan Tetra menawarkan beberapa produk lainnya yang diformulasikan khusus bagi tubuh ikan Discus.


Tetrabits Complete adalah pilihan pertama saya 



Tetra Prima untuk tumbuh pesat serta berkembang biak

Tetra Colorbits adalah makanan lanjutan untuk memaksimalkan warna ikan Discus


Mohon untuk memastikan agar anda tidak memberi makanan terlalu banyak kepada ikan ( baik makanan beku maupun pelet ) - terutama pelet. Sebab ikan hias mempunyai kebiasaan untuk terus menyantap makanan yang kita berikan dengan lahap, sehingga kita mengira makannya belum cukup, padahal hal ini menyebabkan kematian mendadak pada ikan sebab kantung perut ( pencernaannya ) menjadi pecah karena kebanyakan makan. Cobalah merendam beberapa butir kecil pelet kedalam segelas air, lalu tinggalkanlah selama 1-2 jam lalu perhatikan pelet yang anda rendam. Ukurannya akan menjadi 3-5 kali lipat ukuran semula! Itulah yang menyebabkan pecahnya perut ikan dan menewaskannya! Jadi berilah ikan kesayangan anda makanan secara bijaksana.



Trik agar ikan mau menyantap Tetrabits ( Pelet ) padahal biasanya makanan beku : 

Campurkan sedikit makanan beku dengan Tetrabits yang dihaluskan kedalam setengah gelas air. Tunggu beberapa menit sampai Tetrabits nya mengembang dan menyerap bau dari makanan beku. Lalu segera masukkan kedalam akuarium agar ikan bingung memilih yang mana ketika makanan tersebut larut dalam akuarium dan tidak mempunyai pilihan agar main langsung santap saja baik itu Tetrabits maupun makanan beku ( cacing beku ).

Setelah mencicipi rasa Tetrabits ia akan mulai membiasakan diri dan mulai mengerti bahwa itu adalah makanan baginya. Ikan mungkin masih menolak atau ditelan tapi dimuntahkan kembali. Hal ini wajar mengingat ini adalah jenis pakan baru baginya. Ulangi secara rutin dan sabar. Dalam waktu kurang dari seminggu dijamin ikan anda akan mulai terbiasa mengkonsumsi Tetrabits atau pelet apapun yang anda berikan.



Tips bagi mereka yang tidak menggunakan water heater dalam akuarium :

Akuarium saya tidak menggunakan water heater, tetapi saya mengatur sedemikian rupa sehingga air dalam akuarium saya bertahan di 28 derajat celsius pada siang hari dan 27 derajat celcius pada malam hari setiap hari secara stabil.

Saya juga tidak mempunyai alat pengatur Ph atau keasaman air, sehingga saya mengandalkan ikan Angelfish atau Manfish sebagai polisi hansip untuk memperingatkan saya jika Ph saya ada yang salah. Ikan Manfish dan Angelfish terkenal paling rapuh terhadap perubahan Ph atau keasaman, jadi jika Manfish atau Angelfish saya mendadak bengong, saat itulah saya akan sibuk menyelamatkan Discus saya dengan mulai mengecek akuarium saya dari A - Z.




Ketiga ikan Discus saya yang asli dan bukan berasal dari gambar internet



Berikut saya masukkan kronologi cara ikan Discus beradaptasi supaya hobiis pemula enggak parno sama kesehatan ikannya dan panik lalu kena serangan jantung karena ketakutan ikan mahalnya mati mendadak. Hehehehehe .....

Hari 1 : Adaptasikan suhu dengan cara memasukkan ikan yang masih terbungkus plastik kedalam air akuarium selama 15- 20 menit. Buang 50% air dalam plastik dan masukkan ikan serta air dalam plastik kedalam akuarium dengan lembut. Ikan akan pasif pada awal berkenalan dengan rumah barunya dan mencari tempat yang tidak terlalu terang. Jangan diberi makan dahulu. Pastikan tidak ada ikan penggangu dalam akuarium. Biarkanlah mereka beristirahat.

Hari 2 : Ikan masih pasif tetapi menunjukkan respon kesehatan yang baik dalam berenang. Jika terdapat lebih dari seekor ikan, mereka akan selalu berkerumun bersama dan hilir mudik dalam kelompok. Ini adalah ciri asli ikan Discus. Anda justru harus waspada jika ada ikan Discus yang memilih menyendiri dan tidak bergabung bersama kawan- kawannya. Mungkin ikan tersebut sakit sehingga perlu dirawat, tapi jangan terburu- buru dalam mengambil keputusan, kemungkinan besar ikan tersebut masih stres atau terintimidasi oleh ikan yang lebih besar sehingga takut. Sebaiknya ikan tidak diberi makan terlebih dahulu.

Hari 3 : Mulai lapar dan sesekali mematok dasar akuarium dari sisa- sisa makanan yang bisa ia dapatkan. Anda boleh mulai memberi mereka makanan. Makanan beku ataupun pelet, pilihannya berada ditangan anda. Jangan panik jika mereka belum mau makan. Cobalah dengan makanan beku berupa cacing beku terlebih dahulu sebelum anda memaksanya memakan pelet. Bau dari cacing beku yang mencair dalam air akan merangsang ikan agar mau makan. 

Hari 4 : Mulai biasakan mengatur jam- jam untuk diberi makanan. dan mulailah mengadaptasikan jenis makanan apapun pilihan makanan yang anda tentukan untuk berikan. Seharusnya ikan mulai aktif hilir mudik dengan tenang dan kalem. Jaga kualitas air serta pakan mereka maka ikan akan tumbuh sehat, memiliki warna dan motif tubuh yang menarik serta sehat dan jauh dari penyakit.

Semoga informasi ini bermanfaat dan selamat menikmati keindahan dari ikan Discus dalam dekorasi tanaman hias pilihan anda ....





Foto dokumentasi pribadi Dean Lugisto